Sifat manusia yang kita ketahui pada
umumnya hanya ada 2, yaitu sifat
Baik dan sifat Jahat. Padahal bila kita
renungkan lebih mendalam ada 1
sifat lagi yang merupakan perpaduan
dari kedua sifat diatas. Sifat ke 3 yaitu Welas. Banyak orang
menyamaratakan sifat Welas dengan
sifat Baik. Padahal jika ditelaah lebih
dalam sifat Welas tidak sama artinya
dengan sifat baik. Ada beberapa
perbedaan yang terdapat di sifat Welas tapi tidak terdapat di sifat Baik
demikian pula sebaliknya ada
beberapa sifat Baik yang tidak
terdapat di sifat Welas.
Untuk lebih jelasnya lagi mari kita
bahas satu persatu mengenai ketiga sifat manusia diatas.
3 sifat manusia :
1. SIFAT JAHAT
Orang yang mempunyai sifat Jahat
mempunyai ciri-ciri senang melihat
orang lain susah dan susah jika melihat orang lain senang. Yang ada
dipikiran orang jahat hanya untuk
kepentingan diri dan keuntungan
diri sendiri. Dia tidak akan peduli
dengan nasib orang lain yang
penting dirinya akan mendapatkan keuntungan. biasanya orang Jahat
mempunyai pikiran yang sempit dan
hanya berpikir jangka pendek saja.
Dia sama sekali tidak peduli dengan
hukum dan aturan yang berlaku.
Yang paling penting hanya semua demi keuntungan pribadi saja. 2. SIFAT BAIK Orang dengan sifat Baik mempunyai
ciri-ciri Taat pada hukum dan
peraturan yang berlaku. Dia anti
untuk melawan kebijakan yang
berlaku. Dia tidak mengutamakan
keuntungan pribadi ataupun keuntungan orang lain yang dia
utamakan adalah agar tidak ada
pelanggaran dalam hukum yang
berlaku. Karena dia punya alasan
peraturan dibuat pasti untuk
kepentingan semua lapisan masyarakat. Jadi tidak ada alasan
apapun untuk melanggar aturan
yang telah ditetapkan tersebut. 3. SIFAT WELAS Orang dengan sifat Welas
mempunyai ciri-ciri yang mirip
dengan sifat Baik. Bahkan karena
banyak persamaannya maka hampir
sebagian orang akan
menyamaratakan kedua sifat tersebut. Padalah jika ditelaah lebih
dalam ada beberapa perbedaan
diantara ke dua sifat itu. Orang yang
mempunyai sifat Welas maka dalam
tindakannya dia tidak
mengutamakan kepentingan pribadi saja. Dia memang tampak berupaya
untuk mematuhi hukum yang
berlaku, tapi tidak kaku 100 %
seperti orang dengan sifat Baik.
Orang dengan sifat Welas lebih
mengutamakan hasil akhir. Dia akan selalu bertindak sangat hati-hati.
Yang dia utamakan adalah
kebahagiaan untuk lebih banyak
manusia daripada hanya sekedar
teguh menaati hukum yang berlaku.
Yang terpenting sepanjang kerugian yang ditimbulkan jauh lebih sedikit/
tidak seberapa dibandingkan
manfaat untuk kepentingan yang
jauh lebih banyak /luas. Ilusstrasi Ada seorang maling ayam sedang
dikejar-kejar oleh massa lalu dia
minta tolong si A dengan imbalan
ayam yang dicurinya itu akan
diberikan untuk si A. Bila si A adalah
orang yang mempunyai sifat Jahat maka dia akan menyembunyikan
maling tersebut lalu setelah sudah
tidak ada massa lagi maka si A akan
mengambil ayam tersebut dan
membiarkan si maling bebas. Bila si A
adalah orang baik maka dia akan memberitahukan massa tempat si
maling bersembunyi karena menurut
pendapat A mencuri adalah
perbuatan melanggar hukum dan
menyembunyikan pelaku kejahatan
juga dianggap sebagai pelaku kejahatan maka dia tidak boleh
membantu menyembunyikan maling
tersebut. Akhirnya orang dengan
sifat Baik ini menyerahkan simaling
ke massa yang lalu oleh massa yang
sudah emosi simaling lalu dibakar dengan anarkis, Tapi A dengan sifat
Baiknya tetap merasa kalau
tindakannya itu tepat karena dia
sangat mengutamakan hukum yang
berlaku. Terakhir bila si A
mempunyai sifat Welas maka yang dia lakukan adalah pertama dia akan
menyembunyikan simaling tersebut
sehingga tidak tertangkap massa.
Setelah massa sudah tidak tampak
lagi lalu si A akan membawa si maling
ke kantor polisi terdekat untuk diproses secara hukum untuk
mempertanggungjawabkan
perbuatannya melanggar hukum
beserta ayam yang dicurinya sebagai
barang bukti. Disini sangat jelas
perbedaan antar sifat Baik dan Sifat Welas. Orang dengan sifat Welas
tidak mengutamakan keuntungan
pribadi, walau dia berusaha untuk
tidak melanggar hukum dengan
tetap menyerahkan kepolisi tapi dia
tetap saja sedikit melanggar hukum yaitu dia pernah menyembunyikan si
maling yaitu waktu dicari massa.
Orang dengan sifat Welas lebih
memilih melindungi si maling dengan
pertimbangan keselamatan jiwa
simaling bila tertangkap massa yang anarkis lalu setelah semua kembali
tenang si A akan menyerahkan si
maling kepihak yang berwajib untuk
diproses secara hukum.
Nah sekarang kita sudah mengetahui
ternyata sifat orang tidak hanya ada 2 saja tapi ada 1 sifat lagi yang
merupakan perpaduan kedua sifat
Baik dan sifat Jahat. Perpaduan sifat
itu adalah sifat Welas. Seperti halnya
dengan warna yang kita kenal
selama ini selain warna hitam dan warna putih ada 1 warna lagi yang
merupakan perpaduan antara warna
hitam dan warna putih. Perpaduan
warna itu akan menciptakan warna
abu-abu. Jadi silahkan pilih kita mau memiliki
sifat yang mana? sifat Jahat? sifat
Baik ? atau sifat Welas? Yang terpenting dari ketiga sifat
tersebut selalu dan selamanya sampai
akhir hayat kita harus sadari kalau
apapun yang kita lakukan pasti akan
membuah akibat yang setimpal pula.
Ada sebab pasti ada akibat. Apa yang kita tanam pasti itu pula yang
akan kita tuai nanti. Entah cepat atau
lambat yang pasti kita akan menuai
apa yang telah kita tanam.